SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA

Jumat, 12 Februari 2021

ONE PIECE DAN EPISODE GEJOLAK "POLITIK" DI NEGERI WANO PART 1

Sejak dulu, kecil beranjak remaja, sebenarnya saya adalah orang yang tidak begitu suka dengan komik-komik atau cerita-cerita yang berbau jepang, atau anime yang memang diadaptasi dari manga atau komik nya. Atau, anime yang memang berdiri sendiri. Saya pikir, komik-komik jepang itu halusinasi nya berlebihan semua, tidak masuk akal, mengada-ada dan rada-rada aneh. 

Beda sama manga atau anime yang satu ini, One peice. One piece, adalah serial manga yang sangat terkenal hampir di seluruh dunia. yang ditulis dan diilustrasikan oleh echiro oda asal jepang. Yg dikemudian hari manga ini diadaptasi dalam bentuk anime atau animasi video. 

One Piece menceritakan petualangan sekelompok bajak laut, Straw Hat Pirates (SHP) atau kelompok bajak laut topi jerami. Kenapa topi jerami, karena pemimpin nya yang bernama Monkey D. luffy, yg merupakan kapten dari kelompok ini memakai topi jerami, sangat harfiah untuk digunakan sebagai nama kelompok bajak laut. Dari sinilah kemudian cerita One Piece bermula. 

Manga satu ini sudah begitu tua, kalau boleh dibilang sangat. Begitu juga dengan seri anime nya yang biasa didahului versi manga nya beberapa episode, kemudian diadapatasi ke dalam anime, gambar bergerak, sehingga alur cerita nya akan menjadi hidup dan mudah dipahami.  

Bayangkan saja, di indonesia sendiri anime ini sudah masuk sejak zaman, anak-anak selalu nungguin Indosiar-RCTI tiap hari Minggu untuk menonton serial-serial favorit, yang kemudian hari sangat membekas dimemori ingatan anak-anak dizaman nya hingga kini. Dan saya salah satunya. 

Hingga akhir nya tayangan ini dihentikan, dengan alasan sudah tidak masuk kategori tontonan anak-anak, karena seringkali menampilkan adegan kekerasan, duel dan pertarungan yang memang ciri khas dunia bajak laut yg sebenarnya.

Alur dan karakter cerita One piece ini begitu kompleks, echiro oda pengarang nya memang sangat jenius untuk membuat cerita yang begitu detil dengan kompleksitas karakter dan durasi episode yang sangat panjang atau lama sekali, tanpa membuat orang bosan dan jenuh lalu meninggalkan cerita nya. Alih-alih segera menamatkan, kompleksitas alur cerita One Piece justru dibuat semakin "besar" hingga sekarang. Aneh nya, penyuka manga atau anime ini bukannya berkurang, justru makin bertambah dari anak-anak hingga dewasa atau yang udah tua, seperti saya.

Bayang kan saja, sejak episode pertama manga atau anime ini dibuat, alur ceritanya terus saja saling bertali dan bertautan dan saling menguatkan hingga kini.

Hampir bisa dipastikan, bagi yang tidak menyaksikan atau menonton atau membaca secara utuh versi manga atau anime nya dari awal, pasti tidak akan mendapat feel dari alur cerita One Piece secara keseluruhan.

Nah, One Piece merupakan salah satu anime paling fenomenal sepanjang masa. Bayangkan saja, sejak pertama kali rilis di tahun 1997 dalam bentuk komik atau versi manga, anime ini langsung diangkat jadi anime setahun kemudian. Serial ini juga belum tamat-tamat sampai sekarang. Kalau diitung-itung, One Piece sudah 20 tahunan berjalan menemani para penggemar.

Hingga kini, cerita One piece semakin menarik. Terakhir, adalah arc wano kuni. Arc biasa di artikan beberapa kumpulan episode yang di jadikan dalam satu bundel cerita, khas alur cerita One piece dibuat. 

Dalam arc ini, Kelompok Topi Jerami tiba di Negeri Wa (Wano Kuni) negeri yang menerapkan sistem politik tertutup dari Pemerintah Dunia.

Luffy dan kawan-kawan membangun aliansi dengan pewaris sah takhta Wano Kuni, Kozuki Momonosuke. Momonosuke melintasi waktu 20 tahun demi misi membuka gerbang negerinya dengan dunia luar. Lagi-lagi arc wano kuni ini sudah dimulai sejak luffy dan kawan-kawan menghadapi doflamingo di arc dressrosa.

Momonosuke adalah putra Kozuki Oden, samurai terhebat negeri tersebut Yang pada 2 dasawarsa lalu tewas setelah menghadapi kelicikan Shogun Kurozumi Orochi yang dibantu oleh Yonkou Kaido.

Dalam cerita One Piece, ada beberapa level atau tingkatan kekuatan atau pengaruh karakter nya, yang kalau diceritakan dan dijelaskan secara detil, akan sangat melelahkan. Kecuali bagi One Piece lover (sebutan bagi para pecinta One Piece) yang memang mengikuti sejak awal.

Yonkou sendiri adalah sebutan bagi kaisar bajak laut yang level kekuatan nya hampir setara Admiral atau para pemimpin Pemerintahan dunia. sangking kuat nya bajak laut yang berada dilevel ini, dalam dunia One Piece diketahui hanya ada 5 orang, yaitu Edward Newgate sang Whitebeard, Shanks, Kaido, Big Mom, dan Marshall D. Teach sang Blackbeard. Diketahui, edward newgate yang dijuluki manusia terkuat di bumi, sudah mati dalam perang besar marineford, atau arc marineford, yang kemudian posisi nya digantikan oleh teach. Di atas level yonkou ada istilah Raja bajak laut, gelar inilah yang konon ingin didapatkan luffy dan kawan-kawan melalui armada kelompok bajak laut topi jerami. Sebelum nya, gelar ini hanya pernah atau didapatkan oleh satu orang, ada nama Gold D. Roger yang pernah di akui dan mendapatkan nya.

Di bawah yonkou ada level shicibukai, yang kekuatan dan harga buronan nya jauh di bawah yonkou, para bajak laut yang termasuk dalam shicibukai tidak bisa dianggao enteng juga, level ini adalah bajak laut yang menandatangani MOU dengan pemerintahan dunia, agar tidak diburu. Intinya mereka melakukan kesepakatan tersendiri, bukan sebagai buronan, lebih kepada mitra. Tapi sayang dikemudian hari, sistem MoU atau sistem shicibukai ini dibubarkan oleh Pemerintahan Dunia, sehingga para mantan nya juga tidak akan lepas dari perburuan dan penangkapan yg dilakukan oleh Pemerintah dunia.

Masing-masing kekuatan yang dimiliki karakter di One Piece berbeda-beda, tergantung tingkat level karakter, buah setan yang dimakan dan harga buronan yang tidak sama satu dan yang lainya.

Kembali ke arc wano kuni.....(bersambung)

Kamis, 20 Agustus 2020

MUHARRAM, HIJRAH DAN KEPERGIAN NABI

Hijrah bukan lah peristiwa yang berdiri sendiri. Bukan pula terjadi pada awal Muharam seperti yang masyhur kita pahami selama ini.

Prosesinya telah dimulai tak lama setelah terjadinya Bai'ah Aqabah II, jauh sebelum hijrahnya Nabi saw. sendiri dari Mekkah ke Madinah. Ketika itu, bulan Dzul Hijjah, tahun ketiga belas kenabian, 73 orang penduduk Madinah, dua di antaranya wanita, bertemu dengan Nabi saw. Secara rahasia, lalu mengikrarkan sumpah setia yang berisi, antara lain, janji memberi perlindungan optimal jika beliau dan para sahabat berhijrah ke kota mereka. Peristiwa inilah yang, kelak, disebut sebagai Bai'ah Aqabah II.

Sebagai respon atas Bai'ah Aqabah II ini, maka, pada bulan berikutnya, yaitu Muharram, sejumlah sahabat pun mulai melangkahkan kaki lebih dahulu, berhijrah ke kota itu. Nabi saw. sendiri, atas perintah Allah, baru meninggalkan Mekkah pada (menurut Shafi ar-Rahman al-Mubarakfuri) suatu malam buta, tanggal 27 Shafar, bertepatan dengan tanggal 12/13 September 622 M, atau (menurut Sa'id Ramadhan al-Buthi) 1 Rabiul Awwal, bertepatan dengan 20 September 622 M.

Maka, di malam buta itu, Nabi saw. keluar, secara diam-diam, meninggalkan rumahnya yang telah dikepung orang-orang musyrik, menuju rumah Abu Bakr, sahabatnya. Mereka berdua, selanjutnya, bergerak ke Gua Tsur dan tinggal di sana sementara waktu.Tiga malam kemudian, yaitu tanggal 1 Rabi'ul Awwal atau 16 September 622 M, barulah beliau meninggalkan Gua Tsur, memulai perjalanan hijrahnya yang, kelak, mengubah sejarah itu. Bertemankan tiga orang lainnya, yaitu Abu Bakr, 'Amir Ibn Fuhairah (mantan budak Abu Bakr), dan 'Abdullah Ibn 'Uraiqith (seorang musyrik yang menjadi penunjuk jalan), rombongan beliau, berkendaraan tiga ekor unta, bergerak zig-zag, menyusuri rute yang tidak pernah ditempuh orang lain, menuju ke kota Madinah. Tiga hari sebelum itu, di malam ketika Nabi saw. Meninggalkan rumah Abu Bakr menuju ke Gua Tsur, beliau berhenti sejenak di al-Jazwarah, menatap Ka'bah dan kota Mekkah, menunjukkan rasa cintanya ke kota itu, lalu berucap: 

Innaka khairu ardhillahi wa ahabbu biladillahi ilallahi, wa lawla ahlaka akhrajuni, ma kharajtu. 

Sungguh, engkau (Mekkah) adalah sebaik-baik bumi Allah, dan negeri yang paling dicintai Allah. Seandainya pendudukmu tak mengusirku, aku tak akan pergi. (HR. At-Tirmidzi, Ahmad, dan an-Nasa'i).

Abdullah bin Uraiqith membawa rombongan melewati jalur pesisir pantai, menuju Selatan ke arah Yaman, kemudian berbelok ke barat arah pesisir. Dari situ kemudian berbelok ke barat arah pesisir, lalu menuju ke utara mendekati Laut Merah hingga sampai di Quba. Disebutkan bahwa Nabi Muhammad tiba di Quba pada Senin 8 Rabiul Awwal tahun ke-14 kenabian atau tahun 1 Hijriyah, atau 23 September 622 Masehi.

Membaca Ulang Sirah Nabi saw.