Pada suatu hari, Nabi Muhammad SAW menaiki Gunung Abi Qubais
lalu berseru dg suara keras, "Katakan lah, tiada Tuhan selain Allah,
Muhammad Rasul Allah".
Mendengar seruan itu orang-orang kafir berkumpul di Daru Nadwah, lalu mengadakan musyawarah.
"Muhammad
berbuat begitu sebenar nya karena menghendaki harta. Namun orang-orang
tidak menghiraukannya, Bahkan menganggap ia adalah seorang tukang sihir
pendusta, " timpal tokoh kafir lain nya, kemudian dia memandang kepada
Al-Walid dan bertanya, "Bagaimana pendapatmu, Al-Walid?"
"Aku tidak bisa mengatakan apa-apa dalam masalah ini. Aku tidak punya pendapat," jawab Al-walid.
Mendengar
jawaban seperti itu orang-orang menuduh baha Al-Walid telah berpaling.
Al-Walid jadi marah dan berkata,"Berilah aku kelonggaran selama 3 hari".
Setelah
berkata begitu dia pulang ke rumahnya,dan langsung melakukan
penyembahan terhadap dua patung kepunyaan nya yg terbuat dari emas
danperak, serta berhiaskan permata mutiara. Selama 3 hari 3 malam
Al-Walid menyembah patung itu, sambil bertirakat tidak makan dan minum.
Pada
hari ketiga, kepada kedua patung itu Al-Walid memohong dg penuh
kesungguhan, "Dengan berkat penyembahanku kepada kalian berdua selama 3
hari, sudilah kalian berbicara dan memberitahu kami mengenai urusan
Muhammad"
Setan lalu masuk ke dalam mulut berhala itu dan berkata,
"Sesungguh nya Muhammad bukanlah seorang Nabi. Maka kuperingatkan,
janganlah sekali-kali kalian mempercayai perkataan nya".
Al-Walid merasa gembira dan segera ke luar untuk memberitahu orang-orang kafir mengenai hal tersebut.
Hari
berikut nya orang-orang kafir itu berkumpul lagi di suatu tempat, dan
meletakan sebuah berhala yang bernama Hubal. Mereka pun memakaikan baju
pada patung tersebut dan kemudian bersujud menyembahnya. Setelah itu,
mereka memanggil Nabi SAW.
Waktu Nabi SAW datang bersama Abdullah
bin Mas'ud, masuklah setan yg bernama Masfar ke dalam perut berhala,
lalu mencaci maki Nabi. Melihat peristiwa itu Abdullah bin Mas'ud
kebingungan.
"ya Rasulullah, mengapa patung tersebut dapat berkata seperti itu?" tanya Abdullah.
"Hai Abdullah, jangan takut kepada ucapan patung ini, karena dia adalah setan," jawab Rasulullah SAW.
Kemudian
pergilah Nabi meninggalkan tempat itu. Ditengah jalan beliau berjumpa
dg seseorang pengendara kuda berpakaian hijau. Melihat Nabi, si
penunggang kuda langsung turun lalu memberi salam.
"siapakah engkau, hai pengendara kuda? Salamu kepadaku telah menarik hatiku," kata Nabi setelah menjawab salamnya.
"aku
adalah seorang anak jin dan telah masuk islam sejak zaman Nabi Nuh AS.
Beberapa waktu yg lalu aku pergi dari kampungku, dan saat tiba kembali
di rumah kudapati isteriku sedang menangis karena si Masfar telah
mencaci mu ya Rasul. Mendengar perkataan itu, aku langsung pergi lagi
untuk mengejar si Masfar. Dan setelah berhasil ku temukan, kubunuh dia
di antara shafa dan Marwah. Inilah darah nya melekat pada pedangku, dan
kepalanya di dalam kantong tempat rumput. Adapun badannya tergeletak di
antara Shafa dan Marwah, bentuknya seperti anjing yg terputus
kepalanya."
Mendengar kabar tersebut, maka gembiralah Rasulullah dan mendoakan kebaikan bagi putra jin itu.
"siapakah namamu?" tanya Nabi kemudian.
"Namaku Muhayyir bin Abhar dan tempat tinggalku di Gunung Thur Sina," jawab putra jin itu.