SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA

Rabu, 20 Agustus 2014

RADHIITU YA RASULULLAH

Dalam suatu pernikahan, wali perempuan lazimnya akan menggunakan lafazh "ankahtu/jawwaztu" atau "saya nikahkan/saya kawinkan" sebagai kalimat ijabnya, lalu pengantin laki-laki akan menyambutnya dengan lafazh "qabiltu" atau "saya terima.”

Pada pernikahannya dengan Fatimah, putri Nabi saw,  Ali Bin Abi Thalib menggunakan redaksi qabul yang memiliki makna yang jauh lebih dalam dari "saya terima."

Demikianlah, setelah para sahabat yang diundang Nabi saw berkumpul, beliau menyampaikan khutbah pengantar nikah sebagai berikut:

"Sesungguhnya Allah memerintahkan aku mengawinkan Fatimah dengan 'Ali. Aku mempersaksikan kalian bahwa aku telah (segera akan) menikahkan Fatimah dengan Ali dengas maskawin empat ratus mitsqaal perak jika Ali ridha (dengan perkawinan/maskawin) itu. Perkawinan yang sesuai dengan sunnah (kebiasaan yang berlaku) serta ketentuan (agama) yang diwajibkan. Maka, semoga Allah menghimpun apa yang terserak dari keduanya, semoga Allah memberkati keduanya, memperbaiki kualitas keturunan keduanya, menjadikan keturunan-keturunan mereka pembuka pintu rahmat, sumber-sumber hikmah, dan pemberi rasa aman bagi ummat. Demikian ucapanku dan aku memohon ampun kepada Allah untuk diriku dan untuk hadiri sekalian."

Ali bin Abi Thalib sendiri, pengantin pria, tidak hadir saat itu karena ada suatu tugas dari Nabi saw. Sambil menanti kedatangannya, undangan disuguhi hidangan dari kurma. Sesaat kemudian, Ali pun tiba. Rasul tersenyum kepadanya sambil bersabda:

"Wahai Ali, sesungguhnya Allah telah memerintahkan aku mengawinkanmu dengan Fatimah. Sungguh aku telah mengawinkanmu dengannya dengan maskawin empat ratus mitsqaal perak."

Mendengar  ucapan Nabi saw tersebut, maka Ali pun menjawab: "Radhiitu Ya Rasulullaah (Aku rela/puas hati wahai Rasulullah)." Ali pun langsung bersujud sebagai bentuk syukurnya kepada Allah swt.

Jawaban Ali bin Abi Thalib itu sangatlah mengagumkan. Ia tidak menjawabnya dengan lafazh qabiltu (saya terima) tetapi radhiitu (saya rela/puas hati).
Menerima belum tentu diiringi dengan puas hati, tetapi puas hati pasti menerima. Berangkat dari riwayat inilah para ulama sepakat bahwa lafadz qabul pernikahan tidak selalu harus "saya terima", akan tetapi lafadz lain yang semakna keinginan untuk bersatu dengan redaksi berbeda pun dibenarkan, walaupun tidak begitu populer di masyarakat kita, khususnya indonesia.

wallahu ta'ala a'lam.

(Membaca Ulang Sirah Nabi saw).

STOP!!! JANGAN MEMUKUL.


مروا أولادكم بالصلاة وهم أبناء سبع سنين، واضربوهم عليها وهم أبناء عشر

Murū awlādakum bi ash-shalāti wa hum abnā'u sab'i sinīna, wa idhribūhum 'alaihā wa hum abnā'u 'asyrin.

Perintahkanlah anak-anak kalian shalat di usia tujuh tahun dan wajibkanlah mereka untuk itu di usia kesepuluh.

(HR. Abū Dāwud dan Ahmad).

Kata اضربوهم عليها seringkali diartikan dengan "pukullah mereka". Padahal, kata ضرب yang bergandeng dengan partikel على adalah berarti أوجب (mewajibkan) atau أمسك (menahan).

Dalam penggunaan sehari-hari, kata itu berarti mendorong atau memerintahkan dilakukannya sesuatu yang diikuti dengan upaya penumbuhan rasa takut akan akibat yang bisa ditanggung jika hal itu ditinggalkan. Akibat itu, antara lain, dalam konteks perintah shalat ini, adalah dosa.

Pemaknaan kata itu dengan "memukul" bisa saja menjadi pembenar bagi dilakukannya tindak kekerasan fisik terhadap seorang anak. Itu tidaklah selaras dengan begitu banyaknya riwayat yang menggambarkan betapa lemah lembutnya Nabi saw. saat berucap kepada dan bersikap terhadap anak-anak.


PS :
kata dlaraba tidak selalu berarti memukul. ada banyak arti dari kata tsb tergantung konteks kalimat. ini sebagian arti yang disebutkan dalam kamus al-muhith.............ضَرَبَه (القاموس المحيط)
ضَرَبَه يَضْرِبُهُ، وضَرَّبَهُ،
وهو ضارِبٌ وضَريبٌ وضَروبٌ وضَرِبٌ ومِضْرَبٌ: كثيرهُ، ومَضْرُوبٌ وضَريبٌ.
والمِضْرَبُ والمِضْرابُ: ما ضُرِبَ به.
وضَرُبَتْ يَدُهُ، ككَرُم: جادَ ضَرْبُها.
وضَرَبَتِ الطَّيْرُ تَضْرِبُ: ذَهَبَتْ تَبْتَغِي الرِّزْقَ،
و~ على يَدَيْهِ: أمْسَكَ،
و~ في الأرضِ ضَرْباً وضَرَبَاناً: خَرَجَ تاجِراً أو غازياً، أو أسْرَعَ، أو ذَهَبَ،
و~ بنَفْسِه الأرضَ: أقامَ،
كأضْرَبَ، ضِدُّ،
و~ الفَحْلُ ضِراباً: نَكَحَ،
و~ النَّاقَةُ: شَالَتْ بِذَنَبِها، فَضَرَبَتْ فَرْجَهَا، فَمَشَتْ، وهي ضَارِبٌ وضاربَةٌ،
و~ الشيءَ بالشيءِ: خَلَطَهُ،
كَضَرَّبَهُ، و~ في الماءِ: سَبَحَ، ولَدَغَ، وتَحَرَّكَ، وطالَ، وأعرَضَ، وأشار،
و~ الدَّهْرُ بَيْنَنا: بَعَّدَ،
و~ بِذَقَنِهِ الأرضَ: جَبُنَ وخافَ،
و~ الزَّمانُ: مَضَى.
والضَّرْبُ: المِثْلُ، والرَّجُلُ الماضي النَّدْبُ، والخَفيفُ اللَّحْمِ، والصِّنْفُ من الشيءِ،
كالضَّريبِ والمَضْروبِ، والمَطَرُ الخَفيفُ، والعَسَلُ الأَبْيَضُ، وبالتَّحْرِيكِ أشْهَرُ،
و~ من بَيْتِ الشِّعْرِ: آخِرُهُ.
والضَّريبُ: الرَّأسُ، والمُوَكَّلُ بالقِداحِ، أو الذي يَضْرِبُ بها،
كالضَّاربِ، والقِدْحُ الثالِثُ، واللَّبَنُ يُحْلَبُ من عِدَّةِ لقاحٍ في إناءٍ، والنَّصيبُ، والبَطِينُ من الناسِ، والثَّلْجُ، والجَليدُ، والصَّقِيعُ، ورَديءُ الحَمْضِ، أو ما تَكَسَّرَ منه.
وكزُبَيْرٍ: ضُرَيْبُ بنُ نُقَير، في: ن ق ر.
والمِضْرَبُ: الفُسْطاطُ العظيمُ، وبفتح الميمِ: العَظْمُ الذي فيه المُخُّ.
واضْطَرَبَ: تَحَرَّكَ وماجَ،
كتَضَرَّبَ، وطالَ مع رَخاوَةٍ، واخْتَلَّ، واكْتَسَبَ، وسألَ أن يُضْرَبَ له،
و~ القومُ: ضارَبوا،
كَتَضاربوا، و~ خَيْلُهُم: اخْتَلَفَتْ كلِمَتُهُم.
والضَّريبةُ: الطَّبيعةُ، والسَّيْفُ، وحَدُّه،
كالمَضْرَبِ والمَضْرَبَةِ، وتُكْسَرُ رَاؤُهُما، والقِطْعَةُ من القُطْنِ، والرَّجُلُ المَضْرُوبُ بالسَّيْفِ، ووَادٍ يَدْفَعُ في ذاتِ عِرْقٍ، وواحِدةُ الضَّرائِبِ التي تُؤْخَذُ في الجِزْيَةِ ونحوِها، وغَلَّةُ العَبْدِ.
وضَرِبَ، كَفرِحَ: ضَرَبَه البَرْدُ.
والضَّارِبُ: المَكَانُ المُطْمَئِنُّ به شَجَرٌ، والقِطْعَةُ الغَليظَةُ تَسْتَطِيلُ في السَّهْلِ، والليلُ المُظْلِمُ، والناقةُ تَضْرِبُ حالِبَها، وشِبْهُ الرَّحَبَةِ في الوادِي،
ج: ضَوارِبُ.
وهو يَضْرِبُ المَجْدَ: يَكْتَسِبُه ويَطْلُبُه.
واسْتَضْرَبَ العسلُ: ابْيَضَّ، وغَلُظَ،
و~ الناقةُ: اشْتَهَتِ الفَحْلَ.
وضُرابِيةُ، كقُراسِيَةٍ: كُورَةٌ بِمِصْرَ من الحَوْفِ.
وضارَبَ له: اتَّجَرَ في ماله، وهي القِراضُ.
وضارِبُ السَّلَمِ: ع باليَمامةِ.
وما يُعْرَفُ له
مَضْرِبُ عَسَلَةٍ، أي: أصْلٌ ولا قَوْمٌ ولا أبٌ ولا شَرَفٌ.
و{ضَرَبْنا على آذانِهِم}: مَنَعْناهُم أنْ يَسْمَعوا.
وجاءَ مُضْطَرِبَ العِنانِ: مُنْهَزِماً مُنْفَرِداً.
وضَرَّبَ تَضْريباً: تَعَرَّضَ للثَّلْجِ، وشَرِبَ الضَّريبَ،
و~ عَيْنُه: غارَتْ.
وأضْرَبَ القَوْمُ: وَقَعَ عليهم الصَّقيعُ،
و~ السَّموم الماءَ: أنْشَفَه الأرضَ،
و~ الخُبْزُ: نَضِجَ.
وضارَبَه فَضَرَبَه، كَنَصَره: غَلَبَه في الضَّرْبِ